Tidur dalam udara panas tentu sangat tidak nyaman, apalagi untuk
bayi dan anak-anak. Untuk itulah, kini hampir di setiap kamar tidur
tersedia penyejuk udara atau kipas angin agar udara lebih nyaman dan
segar. Namun, benarkah tidur memakai kipas ataupun AC bisa membuat
anak menderita paru-paru basah?
Menurut penjelasan dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, sebenarnya tidak
ada istilah medis untuk penyakit paru-paru basah. "Ini sebenarnya
adalah penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Namun, penyebabnya
juga bukan karena tidur dengan kipas atau AC," papar dokter yang akrab
disapa dr Tiwi ini.
Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru dan bisa menyerang siapa
saja, dari bayi sampai usia lanjut. Bila pertahanan tubuh sedang
rendah, bakteri penyebab pneumonia bisa memperbanyak diri dan
menyebabkan penyakit.
Gejala utama pneumonia adalah batuk disertai napas cepat dan sesak
napas. Anak dengan kondisi tersebut perlu segera dibawa ke dokter.
Untuk mencegah pneumonia, daya tahan tubuh anak perlu dikuatkan. Bila
kondisi tubuh anak terpelihara dengan asupan gizi yang seimbang dan
lingkungan bersih, anak akan terhindar dari penyakit ini.
"Boleh saja tidur dengan kipas angin atau AC, tapi sebaiknya jangan
langsung diarahkan ke badan anak," saran dr Tiwi. Balita juga perlu
mengganti pakaian secara berkala, terutama jika basah oleh keringat dan
tidur di ruangan yang dingin.
Demikian juga dengan penjelasan Dr Aditya Suryansyah SpA. Dalam dunia
kedokteran tidak dikenal penyakit paru-paru basah. Bila dimaksud
paru-paru basah adalah infeksi paru dapat saja terjadi. Jenis penyakit
paru dapat berbeda tergantung bakteri, virus atau jamur penyebab dan
lokasi paru yang terkena.
Kipas angin dapat mempermudah timbulnya penyakit bila udara
terkontaminasi. Tanda-tanda penyakit infeksi paru secara umum,
ditemukan demam dan batuk.