Kehilangan
pekerjaan memang merupakan hal berat dan sudah pasti bukan yang kita
inginkan. Tetapi dengan keadaan perekonomian negera seperti saat ini
hal-hal buruk semacam itu bisa terjadi pada siapa saja. PHK adalah
pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan
berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
Layoff
atau PHK sebagai akibat dari downsizing tidak hanya memberikan dampak
negative kepada karyawan yang terkena PHK, melainkan juga mereka yang
bertahan di perusahaan. Mengapa? Karena downsizing bukanlah
menyelesaikan masalah, justru kini tanggung jawab untuk menyelesaikan
masalah berada pada mereka yang bertahan di perusahaan.

Berikut lima tips untuk menghadapi saat-saat sulit karena di PHK:
- Kehilangan pekerjaan memang
merupakan sebuah pukulan. Anda boleh mengasihani diri sendiri,
meratapinya untuk sesaat. Tapi jangan biarkan hal itu berlangsung
terus-menerus. Keluarkan rasa sakit Anda dan setelah itu segera membuat
langkah baru.
- Saat kabar PHK itu Anda terima,
tanyakan pada diri sendiri, apakah ini pekerjaan yang benar-benar Anda
inginkan sepanjang hidup? Kebanyakan orang yang di PHK pada akhirnya
menyadarai kalau sebenarnya mereka tak benar-benar menginginkan
pekerjaan yang mereka jalani.
- Bayangkan jenis pekerjaan apa yang benar-benar ingin Anda lakukan. Mulai petakan bayangan Anda itu guna memulai langkah baru.
- Buat rencana baru dengan mengacu
pada lima atau tujuh tahun yag akan datang. Karir apa yang ingin Anda
jalani? Pastikan Anda memulai langkah baru sesuai karir idaman Anda.
- Selalu tumbuhkan rasa percaya diri, kembangkan pandangan positif dan bersiap memulai hal baru.
Salam Sukses!